pmc

Publication Management Center

 

Hasanuddin University


Mengingat sangat terbatasnya jumlah jurnal terakreditasi, sementara tuntutan kebutuhan akan capaian universitas, kenaikan pangkat dan media publikasi hasil-hasil riset sangat terbatas. Unhas terus berupaya izmir escort melakukan peningkatan kualitas yang semula tidak terindeks menjadi terindeks, dari yang sudah indeks low, menjadi Menengah dan Menengah menjadi Tinggi. Jadi ada Clusterisasi jurnal, sehingga memudahkan untuk upgrading. Targetnya adalah e-jurnal Unhas bisa terakreditasi Nasional dan masuk ke SINTA. Target selanjutnya adalah adanya e-jurnal Unhas masuk ke Indeks Bereputasi Global (Scopus, Thomson, Asean Citation Index, termasuk DOAJ). Untuk mengantisipasi hal ini, Publication Management Center (PMC) Unhas melaksanakan Workshop Standarisasi dan Upgrading e-Jurnal Unhas Menuju Akreditasi Nasional dan Indeksasi Global (Trik masuk ke Scopus, Asean Citation Index dan Thomson Reuters). PMC menghadirkan Prof Kuswanto, Chief Editor Jurnal AGRIVITA yang sudah terindeks Scopus dan Asean Citation Index. Prof Kuswanto menjelaskan bahwa Keputusan bornova escort Indexing dari lembaga Pengindeks harus mengikuti rambu-rambu Indexing dan idealnya dimulai dari Low Indexing ke Moderate lalu ke yang High Level. Sebagai misal kalau kita mau masuk ke Thomson, maka idealnya kita apply yang level pemula didalam Thomson itu sendiri, dan indexing jurnal akan menjadi brand universitas, jelasnya.

Kepala Pusat Publication Management Center (PMC) Unhas, Muhammad Arsyad, Ph.D. menjelaskan bahwa sampai akhir 2017 Unhas memiliki 8 e-jurnal yang terindeks Global yaitu 1) . International Journal of Agriculture System (IJAS), 2) Hasanuddin Law Review (HALREV), 3) Journal of Asian Rural Studies (JARS), 4) Dentomaxilofacial, 5) International Journal of Applied Biology, 6) Marina Chemica Acta, 7) Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi, 8) International Journal on Smart Material and Mechatronics . Namun dalam Triwulan Ketiga 2018 sudah ada tambahan lagi menjadi 9) ELS Journal on Interdiciplionary Studies in Humanities, 10) Forest and Society, 11) Journal of the Indonesian Veterinary Research, 12) Jurnal Ilmu Budaya. Sementara yang masuk Indeksing Nasional/SINTA Dikti/Akreditasi yaitu: International Journal of Agriculture System (IJAS), 2) Hasanuddin Law Review (HALREV), 3) Forest and Society, 4) ELS Journal on Interdiciplionary Studies in Humanities, 5) Marina Chemica Acta, 6) Etnosia, 7) Media Kesehatan Masyarakat Indonesia (MKMI), 8) Jurnal Matematika, Statistika dan Komputasi. Workshop kali ini ditujukan untuk memfasilitasi pengelola jurnal untuk melakukan Evaluasi Diri terhadap jurnal yang dikelolanya. Dari situ, lalu PMC akan melakukan self assessment persiapan Akreditasi dan Indeksasi Global. Kita berharap bahwa 2019 ini e-jurnal Unhas yang terindeks Global sampai 20 jurnal dan 50% yang di training hari ini bisa terakreditasi nasional (SINTA). Jika itu tercapai maka 2019 akan ada 15 e-jurnal masuk SINTA, jelas Arsyad yang juga Asesor Akreditasi Jurnal Nasional Kemristekditi ini.

Rektor Unhas yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Muh. Restu yang membuka acara workshop ini menjelaskan bahwa dukungan kebijakan Unhas saat ini bagi pengembangan jurnal adalah adalah adanya Reward bagi Pengelolaan jurnal setiap issu melalui system on-line dan urusan DOI (Digital Object Identifier) kedepan akan diurus terpusat oleh Universitas, dalam hal ini PMC, termasuk annual feenya. Sehingga lebih mudah koordinasi dan lebih murah pembayarannya. PMC nanti akan membuat Panduan Aplikasi. Jadi teman2 pengelola jurnal yang belum menjadi Member of Crossreff DOI agar segera mendaftarkan DOI. Yang lain, Universitas saat ini sedang mengisi aplikasi untuk langganan Turnitin agar teman2 pengelola jurnal senantiasa dapat menghindari publikasi yang terindikasi plagiat. Dukungan lainnya adalah kita memberi kesempatan sebesar-besarnya buca escort kepada para pengelola jurnal untuk menjadi Asesor Akreditasi Jurnal Nasional, jadi bukan hanya membantu Unhas untuk pengembangan jurnal, tetapi secara nasional membantu pengembangan jurnal di Indonesia. Alhamdulillah tahun ini ada 2 Asesor Akreditasi jurnal dari Unhas yang lolos seleksi yaitu Prof Irwansyah dan Dr. Arsyad. Kita berharap kedepan akan ada lagi tambahan asesor dari Unhas. Cuma salah  satu persyaratannya adalah jurnal yang dikelolanya harus terakreditasi Nasional dulu. Jadi tidak ada pilihan lain, teman2 sekalian untuk kita senantiasa memperbaiki kualitas pengelolaan jurnal masing-masing. Kita butuhkan kontinuitas pengelolaan jurnal ini dan ada proses pemantauan berkelanjutan dari PMC, ungkapnya.

PMC Unhas

Kampus Unhas Tamalanrea, Gedung Sekolah Pasca Sarjana. Makassar 90245